Nah, yang pingin gue bahas kali
ini, adalah sebuah “fenomena” alam semesta yang tentunya sudah sangat “melekat”
dikalangan kita. Mau itu bayi, anak baru ingusan, remaja, sampe kakek-kakek pun
masih sangat sering melakukan “fenomena” ini. Pada penasarankan, sama
“fenomena” yang satu ini.
#kasih tau nggak ya...?
#kasih tau deh....
Fenomena yang bakalan gue bahas kali ini adalah fenomena paling
menyeramkan saudara-saudara. Bahkan kuntil anak sama genderuwo pun bakalan
ogah-ogahan berurusan sama “fenomena” ini. Yaitu ehm..ehm... GALER!!!
Buat elu-elu pade yang belum pade ngerti galer, kebangetan dah.... pak
SBY aja hampir setiap saat dan tempat galer. Gara-gara pusing+stres mikirin
harga BBM yang terus naik kaya’. Kaya’ naik-naik ke puncak gunung tinggi-tinggi
sekali. Sampe-sampe ibu negara bingung mau kasih apa ke pak SBY tercinta biar
sembuh. Suit...suit...
Yak,cukup nasi basinya. Setelah dilakukan penelitian mendalam mengenai
galer tersebut. Menurut para profesor di universitas Harvard, Kebumen, Galer
atau yang biasa dikenal dengan garuk Pe*er. Merupakan penyakit umat manusia,
hewan dan tumbuhan berupa rasa gatal tak tertahankan disekitardaerah kemaluan
yang disebabkan oleh:
- Tidak mengganti CD
Biasanya hal ini terjadi selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu
karena persediaan CD yang terbatas atau karna pada waktu itu musim hujan
sehingga susah untuk menjemur CD.
- Tidak mandi
Sama, Biasanya hal ini terjadi selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu
karena belum bayar air, atau airnya dicuri
sama tetangga preman sebelah.
sama tetangga preman sebelah.
Jadi, galer atau yang bahasa latinnya GALERIUS DISITUS harus kita
hindari bersama-sama saudara-saudara, khususnya yang tinggal di asrama ya...
Trus menurut penelitian yang dilakukan di universitas Oxvord, Tegal,
banyak sekali hal-hal yang ditimbulkan oleh galer. Antara lain, tidur tidak
nyenyak, dan mengalami GTT (Galau tingkat tinggi). Atau Gengsi apabila berada
ditempat umum atau lagi nge-Date bareng pacar.
Sekian dari gue yo.....


